Buku ini mengupas fenomena echo chamber dalam ruang digital dan dampaknya terhadap eksklusivisme beragama di era media sosial. Berdasarkan penelitian mendalam yang memadukan analisis konten media sosial (Twitter, Instagram, Facebook, YouTube) dan wawancara, buku ini menyajikan gambaran komprehensif tentang bagaimana algoritma dan filter bubble mempersempit perspektif pengguna dan memperkuat sikap eksklusivisme keagamaan.
Buku ini diolah dari laporan hasil penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif dengan grounded theory. Fokus penelitian menganalisis pengaruh echo chamber, faktor-faktor yang memperkuatnya, dan strategi efektif untuk meminimalkan dampak negatifnya. Narasi yang kuat dihadirkan dengan data empiris, menguraikan peran pendidikan literasi digital, dialog lintas agama, hingga moderasi konten di media sosial sebagai langkah penting dalam mencegah polarisasi keagamaan di dunia maya.
Ditujukan bagi akademisi, peneliti, dan pemerhati isu agama serta masyarakat digital, buku ini menawarkan pandangan baru dalam memahami dinamika agama di era digital. Selain itu, rekomendasi praktis yang disajikan menjadi panduan bagi pemangku kebijakan dan masyarakat luas dalam menciptakan ruang digital yang lebih inklusif dan toleran.